Senin, 25 Februari 2013

Tips Lulus Wawancara Pekerjaan

Melanjutkan tulisan sebelumnya Tips Lengkap Untuk Melamar / Mendapatkan Pekerjaan sekarang kita bahas bagaimana cara adar lulus tes wawancara....
oke langsung aja disimak.


Pengetahuan yang Wajib Diketahui Setiap Pelamar Sebelum Menghadapi Wawancara Pekerjaan

Semua orang berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan. Maka dari itu, manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya saat dipanggil wawancara kerja. Sebelum mengikuti wawancara, siapkan diri anda terlebih dahulu dengan berbagai pengetahuan.

Seorang pelamar harus tahu mengenai profil perusahaan yang dituju. Yang penting agan harus tahu bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.

Selain mengerti area bisnis dalam perusahaan, agan perlu tahu tuntutan pekerjaan pada bagian yang agan tuju. Misalnya melamar ke perusahaan advertising tapi memilih bagian keuangan, anda harus tahu & menguasai bidang tersebut karena nanti akan ditanya seberapa mampu agan mengembangkan perusahaan. Itu memperlihatkan jika agan memiliki niat yang besar untuk bergabung dalam perusahaan.

Kalau anda bisa mengetahui profil pewawancara sebelum wawancara itu akan lebih bagus. Malah kalau bisa anda sudah tahu akan di wawancara oleh siapa, GM, manajer HRD ataupun manajer divisi yang bersangkutan.
Selain pengetahuan, anda juga perlu menyiapkan diri sebelum proses tes wawancara kerja, seperti tidak datang terlambat, memperhatikan pakaian sebelum berangkat, dan terakhir kepercayaan diri mengikuti wawancara kerja.



Penampilan Pelamar Bisa Pengaruhi 80% Hasil Wawancara Kerja

Ada beberapa perusahaan yang 80 persen penilaiannya dilihat dari cara berpakaian si pelamar. Namun ada pula perusahaan yang memberikan penilaian 50 persen untuk penampilan sisanya berdasarkan jawaban-jawabannya. Memang agak subyektif sih.

Penampilan memang penting dipertimbangkan sebelum melakukan wawancara karena bisa mempengaruhi persepsi user saat pertama kali bertemu. contoh, misalnya ada seorang pelamar yang datang hanya memakai sandal sehingga pewawancara sudah beranggapan bahwa pelamar tidak serius mau bekerja.

Oleh karena itu, ada baiknya agan memperhatikan penampilan. Bahkan bila memungkinkan membawa baju cadangan. Pakaian cadangan berguna untuk mengganti baju anda bila lecek, keringetan, atau terkena noda makanan. Carilah pakaian yang membuat agan tampak profesional agar meyakinkan pewawancara bahwa anda siap bergabung dalam perusahaan.


Bahasa Tubuh & Sikap yang Bisa Menentukan Anda Gagal atau Diterima Kerja

1. Membetulkan Pakaian
Buat kesan pertama yang baik sejak awal dipanggil wawancara kerja. Salah satunya adalah dengan tidak membetulkan pakaian ketika anda masuk ke dalam ruangan wawancara. Hindari masuk ke ruangan sambil membetulkan celana atau dasi. Persiapkan busana yang agan pakai dengan baik sebelum dipanggil ke dalam ruangan.


2. Bersalaman
Saat bersalaman usahakan anda tidak menekan telapak tangan wawancaraer terlalu keras. Tapi jangan juga terlalu cepat melepaskan tangan sehingga mengesankan agan tidak ingin bersentuhan dengan pewawancara. Berikan sapaan dengan bahasa yang tepat dan santun, coba semaksimal mungkin memberikan citra positif di hadapan pewawancara.


3. Kontak Mata
Mulai dari bersalaman hingga menjawab pertanyaan pewawancara, lakukan kontak mata. Jangan sampai anda melamun atau memberikan tatapan kosong selama wawancara berlangsung. Berikan jawaban jelas, & tidak bertele-tele. Saat menjawab pun agan harus tetap menjaga kontak mata dengan pihak user.


4. Menggaruk Belakang Kepala atau Leher
Bahasa tubuh ini bisa membuat pewawancara berpikir kalau anda tidak tertarik dengan ucapannya.


5. Menyentuh Hidung
Sering menyentuh hidung bisa mengindikasikan anda tidak benar-benar jujur dan tentu saja mengesankan anda jorok.


6. Menyilangkan Tangan di Depan Dada
Bahasa tubuh ini menunjukkan anda tidak ramah & menjaga jarak dengan pewawancara.


7. Menyilangkan dan sambil menggoyangkan kaki
Posisi duduk ini mengganggu dan menunjukkan anda merasa tidak nyaman.


9. Berbohong
Kesalahan pelamar ketika menghadapi pertanyaan pewawancara salah satunya tidak memberikan jawaban yang sesungguhnya & tidak bisa memberikan jawbaan yang tajam, sehingga tidak menggambarkan dirinya yang sebenarnya.


10. Kurang konsentrasi & melamun
Banyak pelamar yang kurang konsentrasi sehingga membuat berbagai kesalahan di hadapan pewawancara. sehingga membuat terkesan banyak melamun & tidak bisa menyimak dengan baik pembicaraan seseorang. Kesalahan yang seperti ini akan mengurangi penilaian wawancara. Sehingga agan mengucapkan ‘mohon maaf apa yang dimaksud?’ nanti user-nya mikir, nih anak nggak nyambung atau ngelamaun terus sih.


11. Menjawab Pertanyaan Terlalu Singkat
Menjawab pertanyaan dengan singkat tanpa penjelasan seolah agan tidak ada usaha untuk membina komunikasi yang baik dengan pewawancara.

Akan tetapi, terlalu banyak bicara atau menjawab pertanyaan panjang-lebar juga tidak baik dilakukan saat wawancara karena terkesan bertele-tele. Makanya tetap fokus dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.


12. Menggunakan Kalimat yang Tidak Profesional
Hindari menggunakan kalimat-kalimat yang tak terkesan profesional, seperti 'eh gua', 'lu'. anda harus bisa bersikap santun, berbicara dengan bahasa yang baik, serta menggunakan percakapan formil. Namun bila pewawancara orangnya cenderung santai & perusahaan tersebut juga bukan perusahaan yang 'terlalu serius' anda bisa menjawab pertanyaan dengan santai, tapi tetap mengendalikan diri. Ingat anda seorang pelamar kerja yang sedang mencari penilaian dari calon user agan. Hindari pula kata 'ah', 'apa?', atau sederet kata lainnya yang membuat anda terkesan tidak fokus. Jika memang tidak mengerti pertanyaan pewawancara sebaiknya menanyakan kembali namun dikemas dengan baik.

Sebagai contoh, pewawancara memberikan pertanyaan yang panjang & agan tidak mengerti maksud pertanyaan tersebut. Coba menjawab dengan mengulang kalimatnya, seperti ini ‘yang dimaksudkan Bapak pada tahun 2000 itu...’, mencoba merangkum kembali pertanyaan yang dia tujukan, bukan menjadi 'maksudnya, Pak?' atau 'apa?', bias-bisa si pewawancara ilfil nanti.


13. Menjaga Emosi dan Perasaan
Jangan sampai menjelek-jelekkan perusahaan dulu tempat agan bekerja karena bisa mengurangi penilaian. Masalah anda & perusahaan terdahulu tidak seharusnya diperbincangkan saat wawancara.




Daftar Pertanyaan Penentu Lolos Wawancara Kerja
Banyak pelamar yang gagal diterima kerja karena tidak lulus sesi wawancara. Tidak mudah memang, apalagi bagi pelamar yang jarang melakukan wawancara kerja. Untuk memudahkan Anda saat proses wawancara, berikut ada beberapa pertanyaan dalam wawancara yang menentukan peluang agan diterima atau tidak.


1. Motivasi Bekerja
Motivasi dalam bekerja menjadi hal yang penting karena akan berpengaruh terhadap kinerja sang pelamar kedepannya.

Nanti akan ditanya, ‘kenapa Anda ingin bergabung di perusahaan ini?’ kita harus bisa mengemas jawabannya yang bisa menarik user bukan berarti kita ngasih jawaban yang bersifat teoritis tapi jawaban yang bisa memberikan upaya dan pengembangan perusahaan.

Contoh jawaban yang teoritis, misalnya Anda ditanya 'Bagaimana peran Anda saat berada dalam sebuah tim kerja?'. Kemudian agan menjawab, 'Saya berperan untuk saling membantu tim karena penting dilakukan demi meraih hasil yang maksimal'. Jawaban seperti itu dinilai teoritis karena pelamar tidak menjawab pertanyaan dengan jawaban yang nyata sesuai dengan pengalamannya.


2. Rencana ke Depan
Rencana ke depan juga menjadi pertanyaan yang sensitif sehingga harus dijawab dengan tepat. Pelamar harus mempunyai rencana lebih dulu kedepannya mau seperti apa. Anda harus memberikan jawaban yang konsisten & menggambarkan karier lima tahun mendatang.

Jangan menjawab 'nggak tahu sih pak jalani saja', itu jawaban yang tidak diharapkan sama user, coba menjawabnya 'saya akan berkontribusi terhadap ini-ini, saya ingin mengembangkan perusahaan dengan cara ini-ini’.


3. Gaji
Biasanya akan ditanya harapan gajinya. Data tersebut untuk membantu Agan lolos sesi wawancara. Jika jawaban mengenai gaji terlalu tinggi bisa membuat pewawancara kurang menyukai agan. Namun kalau terlalu rendah bisa mempengaruhi persepsi pewawancara kalau agan merupakan orang yang tidak percaya diri.


4. Pengetahuan Mengenai Posisi yang Dilamar
Pelamar harus memiliki pengetahuan luas mengenai posisi yang dia pilih. User juga biasanya mengetes berdasarkan tiga hal, sisi knowledge, skill, dan behaviour.

Seseorang yang melamar ke sebuah perusahaan sudah harus tahu pekerjaannya seperti apa. Pengetahuan itu harus dimiliki sang pelamar sebelum melakukan wawancara agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan pewawancara.


5. Skill
Setiap orang tentu memiliki keahlian berbeda-beda. Maka sebaiknya memilih posisi yang sesuai dengan skill Anda saat melamar kerja. Keterampilan dalam bekerja juga menjadi pertanyaan penentu dalam proses wawancara.


6. Sikap
Saat melakukan wawancara kerja, user juga ingin mengetahui apa tindakan Anda untuk mengembangkan perusahaan. Pewawancara mau mengetahui cara Anda bersikap apakah sesuai atau tidak dengan posisi yang agan inginkan.

Jadi misalnya orang itu ngelamar jadi akuntan, dia punya knowledge akunting, skill, dan behaviour sebagai akuntan atau nggak.


Delain keterangan diatas ada satu lagi yg paling penting 'DOA' jangan lupa.
Semoga bermanfaat.